Apakah kanker serviks bisa sembuh atau tidak

Apakah kanker serviks bisa sembuh atau tidak

Apakah kanker serviks bisa sembuh atau tidak
Apakah kanker servik bisa disembuhkan atau tidak
 adalah sebuah pertanyaan yang sering diajukan oleh orang - orang. Harus diakui, harga untuk melakukan papsmear tidaklah murah. Namun dibanding dengan biaya pengobatan kanker serviks tentu sangat jauh lebih murah.
Karena itu bagi wanita yang telah melakukan hubungan seksual sebaiknya melakukan papsmear atau IVA setahun sekali. Sayangnya Kesadaran Wanita untuk melakukan screening Kanker Serviks dengan melakukan Papsmear di Indonesia masih belum setinggi negara maju virus HPV, bisa dilakukan tiap tiga tahun.
Papsmear bertujuan untuk melihat apakah ada perubahan sel menjadi abnormal pada serviks. Ada derajat keabnormalan sel, yaitu 1 hingga 3. Bila masih pada angka 1 hanya perlu diobservasi rutin setiap 6 bulan, apakah keabnormalan bertambah. Bila sudah pada derajat 2 atau 3 maka perlu diberi tindakan agar tidak berubah menjadi kanker.
Sampai saat ini, penelitian menunjukkan virus HPV 95% ditularkan lewat hubungan seksual. Karena itu, hubungan seksual yang sehat, artinya hanya dengan satu orang, merupakan cara pencegahan yang efektif.
Meskipun sudah melakukan imunisasi HPV, bukan berarti tidak akan terkena kanker serviks bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. Imunisasi untuk meningkatkan kekebalan. Bila virus yang masuk lebih banyak, lebih ganas, ia bisa kena kanker serviks juga. Karena itu, perempuan harus mencintai dirinya sendiri. 
Rutinlah melakukan screening kanker serviks setiap tahun. Karena pada akhir nya yang menderita adalah perempuan.
Virus HPV dapat menyebabkan kanker. Kanker yang dapat dipicu oleh virus HPV adalah kanker serviks, tenggorokan, dan anus.
Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang menular melalui kontak kulit dan miliki lebih dari 100 jenis virus.
Kurang lebih 40 jenis virus HPV dapat menular secara seksual namun tidak semua virus HPV timbulkan kanker serviks, virus HPV 16 dan 18 adalah jenis virus HPV yang berpotensi memunculkan kanker serviks.
Selain kanker, virus HPV dapat sebabkan kutil kelamin dengan gejala bintil seperti kembang kol, gatal dan pendarahan pada kemaluan.
Virus HPV bisa saja tidak menimbulkan gejala, karenanya diperlukan pemeriksaan rutin untuk tahu apakah kamu terinfeksi atau tidak. Beberapa virus HPV dapat bertahan dalam badan penderita selama bertahun-tahun dan penderita tidak merasakan gejala apapun. 
Mengapa?
Karena kebanyakan penderita berhasil membentuk antibodi untuk melawan virus HPV dalam kurun waktu satu sampai 2 tahun. Selain itu, biasanya tubuh berhasil mengeliminasi virus HPV sebelum virus HPV memicu munculnya kutil pada kulit.
kanker serviks bisa sembuh tidak
kanker serviks bisa sembuh tidak
. Screening untuk kanker serviks juga dikenal dengan sebutan pap smear atau tes smear. Pap smear berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Saat melakukan pap smear, sampel sel diambil dari leher rahim dan diperiksa di bawah mikroskop.
Screening serviks bukanlah tes untuk mendiagnosis kanker serviks. Tes ini berguna untuk memeriksa kesehatan sel-sel di leher rahim dan mendeteksi jika ada sel yang abnormal. Dengan deteksi dan pengangkatan sel-sel abnormal, kanker serviks dapat dicegah secara maksimal.
Disarankan pada wanita yang telah aktif secara seksual dan berusia 25-49 tahun diperiksa setiap tiga tahun sekali. Sedangkan wanita berusia 50-64 tahun dapat diperiksa setiap lima tahun sekali. 

kanker servik bisa sembuh tidak
kanker servik bisa sembuh tidak
. Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Dalam banyak kasus, kanker serviks terkait dengan infeksi menular seksual.
Serviks adalah bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Salah satu fungsi serviks adalah memproduksi lendir atau mukus. Lendir membantu menyalurkan sperma dari vagina ke rahim saat berhubungan seksual. 
Selain itu, serviks juga akan menutup saat kehamilan untuk menjaga janin tetap di rahim, dan akan melebar atau membuka saat proses persalinan berlangsung.
Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling mematikan pada wanita, selain kanker payudara. 

kanker leher rahim bisa disembuhkan atau tidak
kanker leher rahim bisa disembuhkan atau tidak
. kanker leher rahim merupakan penyakit kanker yang menyerang leher rahim pada organ reproduksi wanita, dan disebabkan oleh Human Papilloma Virus atau HPV. Kondisi ini umumnya disadari ketika telah memasuki stadium lanjut. Karena itu, selain melakukan pemeriksaan rutin, Anda perlu mengamati berbagai ciri-ciri kanker serviks, agar bisa dikenali sejak dini dan dilakukan pengobatan secepatnya.

apakah kanker serviks bisa sembuh
apakah kanker serviks bisa sembuh
. Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. 
Dari data WHO tercatat, setiap tahun ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker serviks ini dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian wanita dunia.
Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

Penyebab Kanker Serviks

  • Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks.
  • kebiasaan hidup yang kurang baik  Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan.
  • keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering melahirkan.

Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks

Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. 
  1. Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti plek adanya perdarahan.
  2. Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih.
  3. Sering merasakan sakit pada daerah pinggul.
  4. Mengalami sakit saat buang air kecil.
  5. Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih.
  6. Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.
apakah kanker serviks bisa sembuh total
apakah kanker serviks bisa sembuh total
Bahaya Kanker Serviks menyerang Para Wanita. Kanker serviks adalah jenis kanker serviks yang menghubungkan ke vagina. Berbagai jenis human papillomavirus (HPV), infeksi menular seksual, berperan dalam menyebabkan sebagian besar kanker serviks. Ketika terkena HPV, sistem kekebalan wanita biasanya mencegah virus dari bahaya. Namun, pada sekelompok kecil wanita, virus bertahan selama bertahun-tahun, berkontribusi pada proses yang menyebabkan beberapa sel di permukaan serviks menjadi sel kanker.
Kanker serviks biasanya tidak menyebabkan gejala sampai tahap lanjut. Juga, wanita mungkin berpikir gejala berhubungan dengan sesuatu yang lain, seperti siklus menstruasi mereka, infeksi ragi, atau infeksi saluran kemih.
Kanker serviks dimulai ketika sel-sel yang sehat mengalami mutasi genetik atau perubahan pada DNA. Mutasi genetik ini kemudian mengubah sel normal menjadi sel abnormal. Sel yang sehat akan tumbuh dan berkembang biak pada kecepatan tertentu, sedangkan sel kanker tumbuh dan berkembang biak tanpa terkendali.

kanker serviks apa bisa sembuh
kanker serviks apa bisa sembuh
Jika diagnosis kanker serviks diketahui sejak dini maka kemungkinan pemulihanya cukup bagus. 
Mengenal kanker serviks dengan mendeteksi secara dini
Mengenal kanker serviks dengan mendeteksi secara dini
  1. Pap Smear
  2. IVA = Inspeksi Visual Asam Asetat
Perlu kita ketahui kanker servik itu dapat dicegah.

kanker serviks bisa sembuh ga

kanker serviks bisa sembuh ga. Udah sejauh mana ni pemahaman kita tentang kanker yang satu ini? Yak!  Kanker serviks adalah salah satu kanker yang bisa sembuh lo ladies.
Kanker ini menjadi primadona di kalangan wanita. Banyak sekali wanita yang mengalami kanker ini dan terlambat untuk ditangani. "Sekitar 80 persen pasien datang dalam stadium lanjut, dan 94 persen pasien stadium lanjut, meninggal dalam waktu dua tahun. (Andri, 2018).
Kanker ini bisa di deteksi lebih awal ketika sering melakukan pemeriksaan IVA di fasilitas kesehatan. Terutama di puskesmas.
Jadi, komunikasikan tentang kesehatan anda pada tenaga kesehatan yang menjadi kepercayaan anda. 

penderita kanker serviks bisa sembuh. Kita sama-sama melakukan pencegahan dini kanker serviks. Tes IVA (inspeksi visual asam asetat) adalah pemeriksaan leher rahim yang juga bisa digunakan sebagai pendeteksi pertama. Jika dibandingkan dengan pap smear, tes IVA cenderung lebih murah karena pemeriksaan dan hasil diolah langsung, tanpa harus menunggu hasil laboratorium.
Jadi, tes IVA menggunakan asam asetat atau asam cuka dengan kadar 3-5 persen, yang kemudian diusapkan pada leher rahim. Setelah itu, hasilnya akan langsung ketahuan, apakah Anda dicurigai memiliki kanker serviks atau tidak.
Meskipun terdengar menyeramkan, sebenarnya pemeriksaan ini tidak menyakitkan dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja.
Ketika jaringan leher rahim memiliki sel kanker, maka biasanya jaringan akan terlihat luka, berubah menjadi putih, atau bahkan mengeluarkan darah ketika diberikan asam asetat. Sementara, jaringan leher rahim yang normal, tidak akan menunjukkan perubahan apapun.
Pemeriksaan ini dianggap pemeriksaan awal yang efektif dan murah untuk mendeteksi kanker serviks. Pasalnya, tidak dibutuhkan waktu dan pengamatan laboratorium lagi untuk tahu hasilnya. Selain itu, kelebihan tes IVA lainnya adalah pemeriksaan ini aman dilakukan kapan pun.

kanker serviks bisa sembuh total.
kanker serviks bisa sembuh total

Bagaimana kanker serviks bisa terdeteksi Kanker dapat dideteksi jika sel serviks berubah menjadi abnormal dan semakin lama pertumbuhannya menjadi tidak dapat dikontrol. Sel kanker akan menginvasi sel ke bagian yang lebih dalam bahkan sampai ke jaringan serviks. Pada stadium lanjut, kanker dapat menyebar ke organ sekitar. Perubahan sel tersebut dimulai karena adanya infeksi HPV. Untuk mengetahuinya, bisa dilakukan tes skrining dengan tes HPV.
kanker serviks bisa sembuh. Mendengar kata virus HPV, pasti kita langsung berfikir tentang kanker Servik.
Benar bahwa virus ini yg menyebabkan kanker penyebab kematian no dua perempuan di Indonesia. Namun ternyata virus inipun bisa menyebabkan berbagai penyakit HPV dan kanker lain bahkan pada laki-laki!
Lalu apakah virus HPV dapat mempengaruhi kesuburan seseorang menjadi tidak subur/infertil???
Virus HPV mengintai kita dimana saja, Ladies! Infeksi HPV dapat menyerang siapa pun, dari remaja, dewasa muda, bahkan hingga perempuan usia tua. Pada usia remaja, struktur organ serviks sedang berkembang sehingga lebih rentan terhadap infeksi HPV. Oleh karena itu, vaksinasi HPV perlu Anda lakukan sesegera muna primer dapat dilakukan dengan vaksinasi HPV dan Deteksi dini. Ayo cegah kanker serviks dan kunjungi lokasi vaksinasi terdekat di kotamu.

apakah kanker servik bisa sembuh tanpa operasi. Menurut Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou  Metode operasi memiliki hasil yang sangat efektif pada pengobatan tumor padat, stadium awal tetapi metode ini tidak cocok diterapkan pada kanker stadium lanjut. Bagi pasien kanker stadium lanjut yang memiliki kondisi lemah, metode pengobatan minimal invasif yang dikombinasikan dengan kemoradioterapi dapat secara efektif meminimalisir kerusakan dan efek samping dari pengobatan, membantu pasien mendapatkan pengobatan yang lebih efektif.

apakah kanker servik bisa sembuh total

ciri-ciri berikut ini.
  1. Perdarahan yang tidak wajar dari vagina. Misalnya perdarahan padahal Anda tidak sedang haid, menstruasi yang lebih panjang, perdarahan setelah atau saat berhubungan seks, setelah menopause, setelah buang air besar, atau setelah pemeriksaan panggul. 
  2. Siklus menstruasi jadi tidak teratur.
  3. Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah).
  4. Nyeri saat berhubungan seks atau berhubungan seks.
  5. Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.
  6. Badan lemas dan mudah lelah.
  7. Berat badan menurun padahal tidak sedang diet.
  8. Kehilangan nafsu makan.
  9. Cairan vagina yang tidak normal, seperti berbau menyengat atau disertai darah.
  10. Salah satu kaki membengkak
Dalam tahap pengobatan kanker serviks ada beberapa metode medis yang dapat dilakukan. Berikut cara mengobati kanker serviks yang dapat dilakukan dengan beberapa penanganan utama
  1. Operasi. 
  2. Radioterapi.
  3. Kemoterapi.















Comments