cerita pengidap kanker usus

cerita pengidap kanker usus



cerita pengidap kanker usus

cerita pengidap kanker usus
. Kanker usus besar adalah kanker ketiga yang paling sering terjadi di dunia, dengan hampir 1,4 juta kasus baru didiagnosis pada tahun 2012.
Kanker ini terjadi ketika adanya pertumbuhan sel kanker pada bagian akhir sistem pencernaan, termasuk usus, anus (rektum), dan usus buntu.
Lalu, apa saja langkah sehat yang bisa diambil sebagai tindakan pencegahannya?
Sobat, berikut ini ada beberapa faktor resiko umum yang menyebabkan terjadinya penyakit kanker usus besar. Antara lain seperti :

  • Usia. Walaupun kanker usus besar dapat terjadi pada semua usia, akan tetapi resiko kanker ini akan meningkat secara drastis saat seseorang berusia lebih dari 50 tahun.⠀
  • Berat Badan. Memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker usus besar.
  • Faktor Genetika. Bila ada anggota keluarga Sobat yang menderita kanker usus besar, maka kemungkinan Sobat untuk menderita kanker ini juga menjadi lebih tinggi.
  • Gaya Hidup. Mengkonsumsi banyak daging merah dan daging olahan juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker usus besar. Selain itu, mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang digoreng, dipanggang, atau dimasak pada suhu yang sangat tinggi juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker usus besar karena terbentuknya beberapa jenis bahan kimia berbahaya. Merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker usus besar.

Bahaya obat pencahar

Banyak orang yang mengalami sembelit menjadi sangat bergantung pada obat pencahar. Padahal sebenarnya jarang sekali orang sampai memerlukan obat pencahar secara teratur, apalagi setiap hari. Obat pencahar justru akan membuat sembelit makin hebat.
Bila diminum secara berlebihan, obat pencahar bisa membuang vitamin dan nutrisi lain yang diperlukan sebelum terserap sepenuhnya. Obat pencahar juga bisa menimbulkan pengeluaran air, sodium, potasium secara berlebihan. Di samping itu, kebiasaan memakai obat pencahar cenderung memperlemah otot-otot usus dan mengurangi daya fungsinya.
Akibatnya, sekali Anda berhenti minum obat pencahar secara teratur, sembelit bukan saja muncul kembali melainkan akan semakin buruk. Pemakaian obat pencahar secara berlebihan dapat menimbulkan sindrom malas buang air besar (BAB). Kondisi ini membuat usus gagal berfungsi secara benar karena usus jadi bergantung pada obat pencahar untuk melakukan tugas pembuangan itu.
Untuk mengatasi sembelit, minum sedikitnya 8 gelas air setiap hari. Secara bertahap tambahkan serat dalam makanan dengan lebih banyak makan buah dan sayuran segar. Lakukan latihan fisik secara teratur karena olahraga akan membantu merangsang kontraksi BAB.
Bila sering minum Obat Pencahar biasanya kalau tidak minum lagi BAB Macet lagi, Sebab Enzim dan Bakteri Penting yang seharusnya bisa membantu pencernaan untuk menghancurkan makanan, telah dibantai habis oleh Obat Pencahar.
Untuk itu Gunakan Cara yang AMAN, Cukup dengan mengatur Porsi makan, Sbb :

  • 80% Buah dan Sayur
  • 20% Karbohidrat + Protein(Nasi+Lauk)

Sayangnya yang umum terjadi justru KEBALIK, Nasi dan Dagingnya lebih banyak, sementara Buah dan Sayuran cuma disyaratin hanya sekedarnya saja.

FAKTA
  1. Tidak semua orang Suka Buah dan Sayur.
  2. Sibuk / tidak ada waktu.
  3. Bosan tiap hari makan Sayur dalam jumlah Banyak.
  4. Ribet dan malas menyiapkan Buah dan sayur
Secara umum gejala yang menunjukkan kita terindikasi terkena Kanker Usus adalah :
  • Diare atau susah buang air besar, bentuk feses yang berubah dan terjadi lebih dari empat pekan.
  • Ada darah di feses atau terjadi pendarahan di rektum (pelepasan).
  • Perut terasa nyeri, kembung kadang terasa seperti kram, dan berlangsung dalam kurun waktu yang lama/terus menerus.
  • Ada sensasi rasa BAB tidak tuntas.
  • Terjadi penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.
  • Merasa lemah, lelah.
Konsumsi makanan berserat, seperti sayur dan buah-buahan sangat penting bagi kesehatan saluran cerna. Dampak langsung ketika kita kurang makan serat adalah sembelit atau susah buang air besar. Jangka panjang, kekurangan serat dapat menimbulkan masalah besar bagi kesehatan. Makan makanan berserat seperti buah dan sayur tidaklah mudah bagi mereka yang memang tidak suka. Kurang serat mendorong seseorang makan lebih banyak sehingga kelebihan berat badan. Lambat laun bisa memicu penyakit diabetes dan sakit jantung. Jadi jangan abaikan kebutuhan serat tubuh.
Kenali tanda-tanda ketika tubuh kekurangan serat berikut ini.
  1. Feses keras. Coba cek bentuk feses Anda. Jika keras atau feses keluar sedikit demi sedikit dalam ukuran kecil itu tandanya tubuh kurang makan serat.
  2. Lapar setelah makan. Makan serat dapat memenuhi ruang di saluran cerna. Serat juga lebih lama dicerna dalam tubuh sehingga membuat rasa kenyang lebih lama. Jika rasa lapar muncul kembali setelah satu atau dua jam makan, itu tanda Anda perlu menambah porsi serat dalam makanan Anda.
  3. Kembung. Serat membuat sistem pencernaan menjadi lancar. Tanpa serat, makanan lainnya dapat terjebak dalam pencernaan. Ini bisa membuat kembung dan rasa tidak nyaman di perut. Makan salad, atau sup berisi sayuran dan kacang - kacangan membantu rasa kenyang lebih baik.
  4. Mengantuk di siang hari. Perlu Anda ketahui, serat ternyata membantu kadar gula darah tetap stabil. Ketika makanan kurang serat, gula darah bisa melonjak dan kemudian turun dengan cepat. Akibatnya terasa lemas, lesu, dan mengantuk.




cerita pengidap kanker usus







VIDEO - cerita pengidap kanker usus


Comments