arti penyintas kanker


arti penyintas kanker


arti penyintas kanker
arti penyintas kanker
. Jumlahnya Terus Naik, Begini Perjuangan dan Beban Penyintas Kanker. Para pasien atau penyintas kanker di Indonesia terus berjuang melawan penyakitnya. Di tengah era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), meski sudah ringan soal biaya namun tetap saja harus mengeluarkan uang yang besar. Sebab ada berbagai perawatan lain yang harus menggunakan kocek sendiri. Terlebih baru-baru ini sejumlah obat kanker juga disebut-sebut tak masuk dalam tanggungan BPJS.

Sedih Banget Baca ini arti penyintas kanker

Cerita Ayah dan Anak Penyintas Kanker Susuri Jalan 50 Kilometer Cari Masker.
Susanto Tan (46) dan Celine (6), ayah dan anak penyintas kanker ini butuh masker dengan harga normal.
Susanto Tan (46) dan Celine (6), ayah dan anak penyintas kanker rela menyusuri jalan raya sepanjang 50 kilometer untuk mencari masker.
Namun, dari setiap toko yang didatangi, tak satu pun menjual barang yang diinginkannya.
"Kemarin, Selasa (3/3/2020) saya ke Kecamatan Mempawah. Saat mau pulang ke Kecamatan Siantan, saya sengaja singgah setiap toko mencari masker, tapi tak ketemu," kata Susanto kepada Kompas.com, Rabu (4/3/2020).
Susanto menyebut, toko-toko yang disinggahi seperti misalnya Indomaret, Alfamart dan toko obat atau apotek sepanjang antara Kecamatan Siantan dan Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Saat ini, stok masker milik Susanto hanya sisa sedikit. Kurang dari satu kotak. Untuk itu, semuanya dia berikan kepada anaknya.
"Stok masker sisa sedikit untuk anak saya. Sekarang, kadang saya pakai masker kain," ujar Susanto.
Susanto mengeluh dengan kelangkaan masker seperti sekarang ini. Jika pun ada, harganya melonjak drastis.
Terakhir, dia ditawari masker seharga Rp 220.000 per kotak.
Padahal sebelum isu corona, harga masker di tempat perbelanjaan hanya sekitar Rp 23.000 - Rp 40.000 per kotak.
"Semenjak merebaknya virus corona, apalagi keika dikabarkan masuk ke Indonesia, harga masker melonjak tinggi," ungkap Susanto.

Menderita kanker stadium 2

Susanto menyebutkan, dia didianogsa mengidap kanker nasofaring. Sementara anaknya menderita leukimia atau kanker darah. 
"Saya rutin menggunakan masker sejak tahun 2018. Sementara anak saya sejak tahun 2016," ucap Susanto.
Selama bertahun-tahun itu, dia mengaku, paling tidak menggunakan 1 buah masker setiap hari. Untuk anaknya lebih banyak, bisa mencapai 3 masker per hari. Terutama bila bepergian.

Berikut ini panduan memilih makanan yang baik bagi pasien kanker

Memilih makanan yang baik bagi penyintas kanker

  • Makan cukup energi.
  • Cukup Nutrisi vitamin dan mineral.
  • Tidak konsumsi gula dalam bentuk apapun.
  • Tidak konsumsi gluten atau tepung - tepungan.
  • Tidak konsumsi makanan yg telah diolah atau di hasilkan dari pabrik/industri.
  • Tidak konsumsi makanan yang mengandung pengawet atau makanan yg tahan lama/awet.
  • Makanan harus berbumbu alami atau makanan harus fresh bukan dalam kemasan atau botolan atau sachetan.
  • Tidak konsumsi produk soya atau kedele dalam bentuk apapun.
  • Tidak konsumsi lemak trans spt margarine atau makanan yg digoreng dengan minyak banyak dan lama.
  • Hanya konsumsi lemak/minyak baik yaitu yang berasal dari coconut oil atau olive oil atau sumber lemak omega 3 yaitu salmon, tuna, tenggiri, marlin, kakap atau ikan laut dalam lainnya.
  • Tidak konsumsi hewani daging sapi dan ayam broiler.
  • Tidak konsumsi produk susu sapi dan olahannya, kecuali hasil fermentasi dan tidak memakai gula.
  • Konsumsi ikan2 lain yang bebas pelet/bahan kimia dan hormon.
  • Konsumsi sayur dan buah yg bebas pestisida, bebas bahan kimia, bebas hormon dan bebas rekayasa genetik.
  • Jika sangat dibutuhkan rasa manis, hanya boleh konsumsi Madu Manuka maksimal 1 sdm perhari atau Kurma maksimal 5 bh perhari

Pernah dengar istilah "you are what you eat" kan? 

Makanan denggn kadar gula dan lemak yang tinggi
Ternyata memang asupan sangat menentukan kesehatan seseorang loh! Sayangnya memang bagi kita yang hidup di kota-kota besar, kita seringkali dimanjakan dengan makanan-makanan yang serba instan, menggunakan pengawet, dan tinggi gula & garam.
Padahal menurut dr. Nani Utami Dewi, M.Gizi, Sp.GK, terdapat dua golongan makanan yang secara langsung dan tidak langsung dapat memicu kanker. Makanan-makanan yang mengandung zat-zat  bersifat karsinogenik dapat secara langsung memicu tumbuhnya sel-sel kanker di dalam tubuh.
Sedangkan makanan yang tidak langsung menyebabkan kanker merupakan suatu makanan yang menciptakan kondisi yang memengaruhi metabolisme tubuh dan berpengaruh terhadap timbulnya sel-sel kanker.
Meskipun begitu, respon makanan terhadap tiap-tiap orang berbeda-beda. sehingga sampai sekarang ini belum jelas penyebab pasti munculnya kanker.  Oleh karena itu, selain makanan, faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan orang terkena kanker adalah:
  • paparan radiasi dan sinar ultraviolet.
  • paparan lama terhadap bahan kimia terntentu.
  • infeksi virus.
  • gaya hidup dan pola makan.
  • obesitas.
  • pengaruh genetik

Typo (gambar burger) Makanan denggn kadar gula dan lemak yang tinggi. Demikian arti penyintas kanker. Selanjutnya baca juga kanker apa yang paling banyak diderita laki- laki dan perempuan pada usia muda.









Comments