kanker apa yang paling banyak diderita laki- laki dan perempuan pada usia muda

kanker apa yang paling banyak diderita laki- laki dan perempuan pada usia muda

kanker apa yang paling banyak diderita laki- laki dan perempuan pada usia muda
kanker apa yang paling banyak diderita laki- laki dan perempuan pada usia muda
. Penyakit - penyakit yang Mengintaimu di Usia 20-30 Tahun, WASPADALAH… Muda bukan berarti bebas dari ancaman penyakit. Pola hidup yang tak sehat adalah faktor utama, mengapa kamu wajib menjaga kesehatan sedari usia muda. Masih segar dalam ingatan, penyanyi muda bertalenta Mike Mohede telah menghembuskan nafas terakhirnya diusia 33 tahun terkena Serangan Jantung, Lalu Julia Peres yg belum ini juga meninggal karena kanker Kronis diusia muda, Olga Syahputra juga turut jadi korban Penyakit yg tidak mengenal usia muda atau tua. Yuukkk guys...kenali Resiko2 penyakit bagi kita yg muda2 & bunda ingatkan terus juga y putra putrinya akan resiko2 dibawah ini :
  1. Penyakit JANTUNG tak hanya menyerang mereka yang sudah tua, tapi juga yang masih muda. Sudah banyak penelitian yg mengungkap bahwa kini usia muda juga sudah beresiko terkena penyakit jantung. Terutama mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi. berjenis kelamin laki-laki. Belum lama ini sebuah studi melakukan pemeriksaan terhadap 760 mayat remaja dan orang berusia muda, para peneliti menemukan sumbatan pada arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan Kolesterol. Hal tersebut menunjukkan bahwa, pencegahan penyakit Jantung di masa depan sudah harus dilakukan sejak usia anak-anak, ungkap penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Circulation ujar peneliti senior Dr. Henry McGill, ilmuwan senior dari Southwest Foundation for Biomedical Research di San Antonio, Texas. Dari penelitian ini, terungkap bahwa orang2 berusia muda di awal 20-an harus mulai menguji kadar kolesterolnya, seperti yang direkomendasikan oleh National Cholesterol Education Project, kata Dr Peter Libby, Kepala Kedokteran Kardiovaskular di Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston.
  2. Buat kamu yang merokok, hati-hati penyakit PSORIASIS mengintaimu dari berbagai sisi. Adalah penyakit yang menyebabkan kulit bersisik dan berwarna merah. Gejala ini diakibatkan oleh adanya percepatan pergantian kulit, umumnya terjadi saat remaja atau awal 30-an kadang juga bisa terjadi saat anda berusia 50-60-an. Psoriasis muncul ketika produksi sel-sel kulit tubuh terjadi secara berlebihan. Pada kondisi normal, tubuh akan memproduksi & mengganti sel - sel kulit yang mati dalam beberapa minggu sekali. Tetapi pengidap psoriasis akan mengalaminya dalam hitungan hari sehingga terjadi penumpukan sel-sel kulit yang akhirnya membentuk penebalan kulit. Faktor risiko lain yg dapat memicu penyakit ini antara lain ; infeksi tenggorokan, cedera pada kulit, serta akibat penggunaan obat-obatan tertentu. 
  3. Bisa fatal hingga komplikasi, penyakit DIABETES sebaiknya kamu hindari sejak dini. Lagi-lagi, gaya hidup yang tak sehat adalah pemicu utama penyakit kronis ini. Penderita diabetes tidak mampu memetabolisme glukosa. harus mendapatkan suntikan insulin; tes darah seumur hidupnya untuk menghindari komplikasi yang fatal. Dalam 40 tahun terakhir, jumlah penderita penyakit ini meningkat 5 kali lipat. Sejumlah kurang lebih 450 ribu orang yang didiagnosis terkena penyakit ini ternyata memiliki usia yang sangat muda, seusia kita antara 20-30 tahun.
  4. Penyakit syaraf Multiple Sclerosis atau Sklerosis ganda. Penyakit ini lebih dikenal dengan nama MS, yaitu gangguan neurologis kronis yang mempengaruhi sistem syaraf pusat. Penyakit syaraf ini sangat umum diderita oleh para pemuda seusia kita. Gejala yang paling sering terjadi adalah kelelahan, kelemahan, mati rasa, kehilangan penglihatan, tremor, dan depresi. Hayo… ada gejala yang kamu rasakan nggak nih? 
  5. Sering sakit, coba dicek kamu kena penyakit CHRON apa nggak? Pasien penderita penyakit Chron rata-rata adalah mereka yang berusia antara 15-30 tahun. Chron adalah gangguan inflamasi kronis yang sangat menyakitkan di saluran pencernaan. Salah satu penyakit radang usus ini memiliki gejala yang berbeda-beda, dari kembung, diare hingga nyeri usus.
  6. Penyakit LUPUS kini sudah menyerang lebih dari 5 juta orang di dunia. Hampir 5 juta orang di seluruh dunia didiagnosis (90%nya adalah perempuan) menderita penyakit lupus. Salah satunya Selena Gomez, yg sempat menjalani kemoterapi karena penyakit ini di usianya yang ke-23. Gejala penyakit lupus sangat beragam, dari mulai sensitif terhadap matahari, gagal ginjal, nyeri sendi. WahH..hati-hati ya, terutama kamu yang cewek nih! 
  7. Ada benjolan di leher ? Waspada kena Penyakit GRAVES. Penyakit graves menyebabkan kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid berlebih. Graves merupakan salah satu gangguan sistem kekebalan tubuh. Pasien yang usianya masih muda seperti kita biasanya memiliki gejala seperti mengalami kecemasan, sulit konsentrasi, kelelahan, insomnia, kelemahan otot, denyut jantung yang tidak teratur dan tremor. Jaga Sehatmu sebelum datang Sakitmu...FAKTAnya para pesohor selebriti tanah air (contoh diatas) masih muda, tenar, banyak uang bukanlah jaminan tehindar dari resiko2 penyakit yg akhirnya membawa mereka pada kematian. Karena jaminan sehat adalah bagaimana Pola hidup kita dlm menjalaninya (pola makan, pola istirahata, gaya hidup). Mari para muda mudi jaga kualitas hidup sehat kita.

Kemoterapi Kanker Otak

Metode, Efek Samping dan Biaya Kanker otak adalah salah satu kanker yang bisa diderita oleh laki-laki dan perempuan dengan berbagai usia. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker otak, seperti operasi, radiasi, hingga kemoterapi kanker otak. Biasanya, untuk menentukan jenis pengobatan apa yang bisa diberikan kepada pasien kanker otak, dokter akan mempertimbangkan beberapat faktor.
Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah letak tumor, stadium tumor dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Untuk bisa mendiagnosa kondisi-kondisi tersebut, dokter akan melakukan tindakan observasi. Tindakan observasi ini bisa melalui MRI, CT Scan, atau CAT Scan. Dalam melakukan observasi ini, dokter mungkin membutuhkan beberapa waktu untuk melihat hasil tes pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan itu lah, dokter akan bisa melihat gejala yang dialami pasien dan menentukan pengobatan apa yang paling tepat untuk diberikan. 
Pengobatan Kanker Otak Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan oleh pasien kanker otak. Pasien bisa melakukan salah satu jenis pengobatan saja atau mengkombinasikan beberapa pengobatan sekaligus. Tentu saja, jenis pengobatan yang dipilih harus disesuaikan dengan jenis kanker, lokasi hingga stadium kanker otak yang dialami. 

Berikut ini adalah beberapa tindakan yang bisa diberikan kepada pasien kanker otak

Operasi Pengangkatan Operasi merupakan pengobatan yang paling umum untuk pasien tumor otak. Jika tumor yang terjadi bermula di otak dan lokasinya berada di area yang aman untuk dilakukan operasi pengangkatan, maka dokter mungkin akan melakukan prosedur ini. Jenis operasi pengangkatan tumor otak yang paling umum dilakukan adalah craniotomy. Melalui prosedur ini, dokter akan melakukan pembedahan kepala dan mengangkat lapisan tulang tengkorak. Dengan terbukanya tengkorak, dokter kemudian bisa mengangkat tumor. Setelah prosedur selesai, dokter akan mengembalikan tulang tengkorak di tempatnya dan menjahit luka bedah. Sebenarnya ada banyak pilihan prosedur untuk melakukan operasi pengangkatan tumor di otak, tergantung pertimbangan hasil yang mungkin terjadi dengan meminimalisir efek samping pada otak. Pilihan prosedur lainnya, diantaranya Intraoperative imaging, Image-guided stereotactic surgery, Intraoperative brain mapping, dan neuroendoscopy. Terapi Radiasi Terapi radiasi adalah perawatan tumor menggunakan X-Ray dan radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker atau mencegah tumor untuk terus tumbuh dan menyebar. Radiasi bisa digunakan untuk mengobati tumor otak yang sulit untuk diangkat, misalnya karena letaknya berdekatan dengan syaraf yang sangat vital. Maka, jika hal ini yang terjadi dokter akan melakukan tindakan radioterapi setelah melakukan prosedur operasi, untuk menghilangkan jaringan tumor yang masih tersisa. Ada dua jenis radiasi yang bisa dilakukan pada pasien tumor otak,  yaitu beam radiation therapy dan stereotactic radiosurgery Kemoterapi Perawatan selanjutnya yang bisa dilakukan oleh pasien kanker otak adalah kemoterapi. Kemoterapi merupakan perawatan yang menggunakan obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa setelah operasi. Kemoterapi sering direkomendasikan oleh dokter untuk dilakukan. Namun, kemoterapi hanya efektif untuk merawat beberapa jenis tumor otak, seperti tumor otak akibat penyebaran dari organ lain, tumor otak yang kambuh lagi dan beberapa jenis tumor ganas di otak. Dokter biasanya akan menjadwalkan kemoterapi pada pasien setelah melakukan operasi pengangkatan sel kanker. Terkadang dokter juga akan mengkombinasikannya dengan prosedur radioterapi. Kemoterapi Kanker Otak Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kemoterapi merupakan salah satu alternatif pengobatan kanker otak dengan memanfaatkan obat-obatab antikanker. Obat-obatan ini berguna untuk memperlambat hingga menghentikan aktivitas sel kanker yang terus membelah diri. Ada beberapa fungsi kemoterapi yang dilakukan pada pasien kanker otak, yaitu sebagai pengobatan utama untuk menghancurkan sel kanker. Hal ini biasanya terjadi jika sel kanker berada di area yang sangat sulit untuk dilakukan operasi. Selain itu, kemoterapi juga bisa bertindak sebagai pelengkap dari perawatan yang lain untuk mengecikan ukuran tumor atau membunuh sisa-sisa sel kanker setelah dilakukan operasi. Pada pasien kanker otak stadium lanjut, kemoterapi mungkin tidak akan menghilangkan total sel kanker di tubuh pasien. Namun, kemoterapi bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker dan mengurangi gejala kanker yang dialami pasien. Metode Kemoterapi Kanker Otak Prosedur pengobatan kemoterapi kanker otak dianggap lebih efektif jika diberikan langsung ke aliran darah. Namun, sebenarnya obat-obatan bisa diberikan melalui infus atau obat minum. Kemoterapi kanker otak ini dilakukan berdasarkan tingkat keparahan kanker. Pada umumnya, kemoterapi harus dijalani oleh pasien sebanyak dua hingga empat kali dengan masing-masing proses berlangsung selama beberapa minggu. Setiap kali pasien melakukan kemoterapi, dokter akan mengamati reaksi tubuh pasien. Pasien juga disarankan untuk beristirahat dari pengobatan dahulu untuk bisa dilihat dengan lebih pasti efektivitas dari perawatan kemoterapi yang dijalani. Berikut ini adalah du acara kemoterapi kanker otak yang bisa dilakukan: Kemoterapi Sistemik Dengan metode ini, dokter akan memasukkan obat kemoterapi langsung ke aliran darah dan akan dialirkan ke seluruh bagian tubuh. Letak kesulitan untuk melakukan kemoterapi jenis ini adalah menemukan obat yang bisa menembus saluran darah di selaput otak pasien dan mencapai tumor di otak. Untuk memasukkan obat kemoterapi, dokter bisa memberi obat minum atau memasukkan obat melalui suntikan. Untuk beberapa jenis kanker otak, obat kemoterapi bisa langsung diberikan pada cairan cerebrospinal. Untuk melakukannya, dokter bisa melakukan operasi implant reservoir atau wadah di bawah kulit kepala. Wadah terhubung pada sebuah tabung yang mengarah ke ventrikel otak dimana cairan cerebrospinal bersirkulasi. Obat kemoterapi yang umum diberikan kepada pasien kemoterapi kanker otak adalah Temozolomide. Obat ini merupakan obat yang sangat efektif untuk mengobati kanker otak yang ganas. Obat ini akan merusak DNA sel kanker sehingga bisa mencegah sel kanker untuk membelah diri. Namun, jika obat Temozolomide diberikan dalam jangka panjang dengan dosis tinggi, sangat mungkin terjadi pasien mengalami kerusakan sumsum tulang. Bahkan, jika pengobatan dilakukan selama 5 hingga 10 tahun, pasien juga bisa memiliki resiko menderita leukimia. Maka, sangat disarankan untuk berhati-hati dalam menjalani pengobatan ini. Biasanya pasien akan menjalani pengobatan ini dengan fase konkomitan 42 hari bersama dengan radioterapi ditambah 6 sikus. Terdapat juga fase penunjang selama 4 minggu plus 6 siklus. Obat Temozolomide harus diminum saat perut masih kosong, satu jam sebelum makan. Obat tidak boles dijadikan bubuk dan harus ditelan secara utuh agar bisa berfungsi maksimal menuju sel kanker di otak. Selama menjalani pengobatan ini, pasien biasanya mengalami beberapa efek samping seperti rasa mual, muntah, gangguan pencernaan, hingga penurunan berat badan. Kemoterapi Lokal Dengan kemoterapi lokal, dokter akan melakukan prosedur kemoterapi langsung terpusat di area kanker otak berada setelah dilakukan prosedur operasi pengangkatan jaringan tumor. Ketika pasien sedang menjalani proses operasi pengangkatan jaringan tumor, dokter akan meletakkan sebuah alat tipis, yang disebut Gliadel wafer di tempat jaringan tumor sebelumnya berada atau di dekat sisa-sisa jaringan kanker yang tidak dapat diangkat. 
Alat ini secara perlahan akan mengeluarkan obat kemoterapi selama beberapa hari. Karena kemoterapi local dilakukan sedekat mungkin dengan letak tumor berada, cara ini bisa meningkatkan konsentrasi obat dan mengurangi efek samping yang biasa dialami jika melakukan kemoterapi sistemik. Tentu saja dengan begitu cara ini dianggap lebih efektif daripada kemoterapi sistemik. Efek Samping Kemoterapi Kanker Otak Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kemoterapi kanker akan menimbulkan beberapa efek samping pada pasien yang menjalaninya. Efek samping yang biasa muncul adalah seperti rambut rontok, rasa mual, muntah dan kehilangan nafsu makan. Tidak hanya itu, pasien kanker yang menjalani kemoterapi juga bisa merasakan gejala seperti mudah mengalami infeksi, ruam kulit hingga rasa lelah yang berlebihan. Namun, dokter bisa memberikan obat penghilang gejala untuk mengurangi efek samping kemoterapi yang mungkin timbul. Dokter mungkin akan memberi resep obat untuk mengurangi rasa mual dan mencegah infeksi sebelum atau sesudah melakukan prosedur kemoterapi. Namun, terlepas dari itu semua, sebaiknya pasien kanker otak tidak menunda untuk menjalani prosedur kemoterapi.
Bagaimanapun, kemoterapi akan sangat membantu melawan penyakit kanker dan meningkatkan harapan hidup pasien kanker otak. Biaya Kemoterapi Kanker Otak .Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor biaya adalah salah satu pertimbangan yang selalu dipikirkan oleh pasien kanker dan keluarganya. Biaya pengobatan kanker otak secara keseluruhan memang tidak murah. Biasanya, pasien kanker harus mengeluarkan biaya mulai 1 juta hingga 15 juta rupiah untuk sekali melakukan kemoterapi, dimana kemoterapi itu sendiri biasanya perlu dilakukan sebanyak 6 kali. Maka, total biaya untuk kemoterapinya saja minimal 6 juta hingga bisa mencapai sekitar 90 juta rupiah. Semua biaya di atas masih belum termasuk pengobatan lainnya, seperti operasi atau radioterapi. Sekedar informasi, biaya operasi kanker otak bisa sebesar 20 juta hingga 27 juta, sementara biaya untuk radioterapi adalah sekitar 26 juta untuk satu paketnya. JawaPos.com - Selain faktor genetik, pola hidup tak sehat juga memicu pertumbuhan sel kanker saat ini semakin tinggi di masyarakat. Tak heran jumlah penderita atau pasien kanker makin naik. Jumlahnya, ada sebanyak 14 juta kasus baru kanker terdiagnosis setiap tahunnya di dunia. Ada lebih dari 100 jenis kanker, dan 1 dari 3 kematian diakibatkan faktor risiko seperti tembakau, obesitas, kurang serat, alkohol, kurang aktivitas, dan pola makan.
Demikian cerita mengenai kanker apa yang paling banyak diderita laki- laki dan perempuan pada usia muda. Jangan lupa baca juga sel kanker bisa mati bila kita Mengenal Terapi Target Hadapi Serangan Sel Kanker Stadium Lanjut



Comments